Petronas Optimis Morbidelli Bisa Rengkuh Gelar Juara MotoGP 2020

  • Whatsapp
Petronas Optimis Morbidelli Bisa Rengkuh Gelar Juara MotoGP 2020

FUNSPORT.ID – Petronas Yamaha SRT memegang dua kunci untuk meraih gelar juara MotoGP 2020. Tidak hanya mengandalkan Fabio Quartararo, Petronas juga optimis Franco Morbidelli bisa merengkuh gelar juara. Hal itu disampaikan oleh direktur tim, Johan Stegefelt.

Quartararo sudah mencatatkan tiga kemenangan dari 11 seri yang sudah digelar. Saat ini Quartararo (123p) berada di peringkat kedua klasemen dan terpaut 14 poin dari Joan Mir (137p) yang berada di peringkat pertama.

Read More

Setidaknya ada lima pembalap yang sangat berpeluang untuk menjadi juara di musim ini. Salah satunya adalah Morbidelli yang menempati peringkat keempat klasemen dengan koleksi 118 poin.

Pekan lalu, pembalap berusia 25 tahun itu berhasil meraih kemenangan keduanya di musim ini. Kemenangan itu semakin membuktikan bahwa Morbidelli sangat layak berada di dalam persaingan perebutan gelar.

“Saya sangat yakin Franky bisa merengkuh gelar, karena kita sudah melihat hasilnya, dua kemenangan dan satu finish di posisi kedua. Dia mengalami kemajuan pesat bersama krunya, termasuk Ramon (Forcada, kepala kru). Mereka benar-benar kompak, tapi tidak membuat gaduh. Mereka bagaikan senjata tanpa suara dan saya menyukai itu.” kata Stigefelt.

“Franky kurang lebih merupakan underdog, kemudian melakukan gebrakan dan mencatatkan dua kemenangan secara mengesankan. Saya rasa tidak ada yang harus diubah saat ini. Dia hanya perlu melanjutkan progresnya, melakukan penyesuaian dan mendapatkan kemajuan kecil lainnya.” tambahnya.

Stigefelt tidak ragu Morbidelli bisa berkendara lebih baik lagi di tiga seri tersisa. Hal itu dikarenakan mereka sudah menemukan setup yang tepat untuk YZR-M1.

“Franky dan krunya sudah mendapatkan pegangan setup yang sangat baik untuk motornya dan saya menaruh keyakinan yang besar kepadanya. Sekarang hanya tinggal beberapa seri lagi, dan ada 4-5 pembalap yang bisa merengkuh gelar dunia, dan dia jelas salah satunya.” tukas Stigefelt.

Related posts