Lukaku Ungkap Metode yang Buat Duetnya dengan Lautaro Moncer

  • Whatsapp
Lukaku Ungkap Metode yang Buat Duetnya dengan Lautaro Moncer

FUNSPORT.ID – Striker Inter Milan, Romelu Lukaku mengungkapkan kenapa duetnya dengan Lautaro Martinez sangat solid. Itu karena sejak awal keduanya mampu berkomunikasi dengan baik dan meminimalisir kesalahan dengan menganalisa video pertandingan.

Lukaku bergabung dengan Inter pada musim panas 2019 lalu. Dia didatangkan dengan biaya transfer 65 juta euro. Kedatangannya memang langsung mendongkrak lini depan Inter.

Read More

Keputusan Antonio Conte memasangkan Lukaku dengan Lautaro menuai banyak hasil positif. Dari semua pertandingan di Serie A, Lautaro sudah mengemas 11 gol dan Lukaku mengemas 17 gol.

Artinya kedua pemain itu sudah menyumbang 28 gol, yang mana jumlah itu lebih dari separuh gol yang dicetak I Nerrazurri sejauh ini di liga (49 gol).

Kemistri Sejak Hari Pertama

Kemistri Sejak Hari Pertama

“Semuanya dimulai pada hari pertama saya datang ke Inter.” ujar Lukaku.

“Saya berbicara dalam bahasa Spanyol dan itu membantu karena saat itu di lapangan kami langsung tahu kiri, kanan. Saya bertanya kepadanya ‘apa yang kami suka dari pasanganmu?’ Saya berkata kepadanya ‘ketika saya menerima bola, saya suka pasangan saya bergerak cepat di sekitar saya dan menjadi dinamis, karena itulah cara bermain yang diinginkan pelatih’.”

“Ini membantu saya karena dalam beberapa pertandingan saya harus bermain lebih seperti target man dan kemudian dia akan membantu saya lebih banyak dengan gerakan-gerakan dan di beberapa laga kami berdua harus dinamis dan lari ke ruang yang kosong.”

Lukaku juga menjelaskan metode yang diterapkan Conte membuat kerjasamanya Inter menjadi lebih efektif.

“Cara kami bekerja dalam latihan adalah setiap hari kami menganalisa video tentang cara kami bekerja, sehingga jarang kami melakukan kesalahan yang sama pada hari berikutnya.”

“Dia (Conte) akan menunjukkan video sebelum latihan, sehingga dia berharap dalam sesi latihan ini kami tidak melakukan kesalahan yang sama. Jika Anda memiliki manajer yang selalu menyukai Anda setiap hari, itu bagus. Saya masih berusia 26 tahun, saya selalu berpikir soal meningkatkan kemampuan saya dan menjadi lebih baik agar tidak keberatan.” terang striker timnas Belgia tersebut.

Related posts