Lorenzo: Honda Sudah Banyak Bantu Saya, tapi RC213V Memang Sulit

  • Whatsapp
Lorenzo: Honda Sudah Banyak Bantu Saya, tapi RC213V Memang Sulit

FUNSPORT.ID – Pembalap veteran MotoGP, Jorge Lorenzo menyampaikan bahwa mantan timnya Repsol Honda sudah banyak membantunya sepanjang musim 2019. Namun memang tidak mudah untuk menjinakkan motor RC213V yang berlawanan dengan gaya balapnya.

Lorenzo sudah memutuskan untuk menutup karirnya di usia 32 tahun. Performa buruk dan fisiknya yang kerap cedera menjadi alasan utama untuk pensiun dari dunia balap.

Read More

Saat masih jadi tandem Marc Marquez, Lorenzo sempat beberapa kali mengungkapkan kekecewaannya. Pembalap yang berjuluk X-Fuera itu mengatakan bahwa motor yang dirancang Honda hanya mengacuh pada kebutuhan Marquez.

Pernyataan itu langsung menuai pro dan kontra. Tidak sedikit juga yang membela Lorenzo dan menyebut Honda terlalu menganak emaskan Marquez.

Bukan Referensi Utama

Bukan Referensi Utama

“Saya rasa mereka sudah bekerja dengan sebaik mungkin, mereka juga tahu bahwa mereka sudah berusaha. tapi kami terhalang oleh regulasi ketat, (seperti) mesin, elektronik dan lainnya.” terang Lorenzo.

“Memang benar saat saya datang ke Yamaha, motor mereka sudah terasa alami bagi saya. Beberapa tahun kemudian, Valentino (Rossi) pergi ke Ducati dan saya jadi referensi utama Yamaha hingga evolusi dan semua puzzle yang mengikuti perkembangan saya.”

“Saat di Ducati, saya juga jadi referensi utama dan semua evolusi mengikuti saya. Sementara saat pindah ke Honda, saya bukan referensi utama. Ini wajar, Marc meraih banyak gelar, jadi dialah pembalap utama Honda. Motor mereka juga mengacuh padanya. Tetapi ini mempersulit pembalap standar seperti saya.” ucap Lorenzo.

Tetap Berhubungan Baik dengan Honda

Tetap Berhubungan Baik dengan Honda

Meski begitu, Lorenzo mengatakan bahwa hubungannya dengan HRC tetap terjalin baik, khususnya dengan manajer Repsol Honda, Alberto Puig.

“Hubungan saya dengan Honda sangat baik. Alberto adalah orang yang percaya kepada saya, tapi saya akhirnya malah mengecewakannya.” tutur pembalap yang khas dengan nomor 99 tersebut.

“Tetapi dia selalu mendukung saya, karena dia mantan pembalap, jadi dia mengerti rasanya cedera. Dia selalu memotivasi saya meraih hasil bagus agar tetap bertahan. Ketika saya memberitahu saya akan pensiun, dia menangis. Dia kelihatan memiliki karakter keras, tapi faktanya dia orang yang sangat sensitif dan sangat mengerti Anda. Saya sangat menghargai ini semua.” imbuhnya.

Related posts