Kalah Lawan Basaksehir, Scholes kritik Habis-Habisan Pertahanan MU

  • Whatsapp
Kalah Lawan Basaksehir, Scholes kritik Habis-Habisan Pertahanan MU

FUNSPORT.ID – Manchester United harus mengakui keunggulan Istanbul Basaksehir pada matchday ketiga Grup H Liga Champions 2020/21, hari Kamis (05/11) yang berlangsung di Fatih Terim Stadyumu. Kekalahan ini pun mendapatkan kritik pedas dari sang legenda, Paul Scholes.

Setelah memenangkan dua laga dengan meyakinkan, United akhirnya tersungkur di matchday ketiga. Padahal sebelumnya United terlihat bermain di level top dengan mengalahkan Paris Saint-Germain (1-2) pada laga tandang dan RB Leipzig (5-0) pada laga kandang.

Read More

Di laga ini, United bermain dengan hampir seluruh pemain terbaiknya. Meski mengendalikan jalannya pertandingan, tapi skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer terlihat bermain tidak percaya diri.

Bahkan United tertinggal dua angka lebih dulu sebelum memperkecil kedudukan melalui Anthony Martial di menit ke-40. Sayangnya tidak ada gol yang tercipta di babak kedua, United bermain buntu hingga laga berakhir.

Scholes menilai performa United di laga ini benar-benar buruk, terutama lini pertahanan. Menurutnya, pertahanan The Red Devils tidak lebih baik dari tim sepakbola anak-anak berusia 10 tahun.

“Ini seperti permainan sepakbola di bawah usia 10 tahun. Anda bisa mengerti jika momen itu terjadi di menit-menit terakhir, tapi ini terjadi di 10 menit awal (pertandingan). Ini memalukan.” cetus Scholes.

“Para pemain bertahan harus lebih baik, permainan depan juga bisa lebih baik. Secara defensif, mereka harus memegang tanggung jawab. Anda harus bertahan satu lawan satu di Manchester United dan mereka kelihatan tidak mampu untuk melakukan itu.” paparnya.

Selain itu, Scholes juga mengkritik performa Martial di laga ini. Meski mencetak gol, tapi Martial terlihat tidak bermain dengan motivasi yang tinggi dan banyak malas-malasan di atas lapangan.

“Pergerakan dari penyerangg tengah hampir tidak ada sama sekali. Anthony Martial, beberapa kali saya melihat seorang gelandang membawa bola, dia hanya berdiri di antara dua bek tengah dan tidak melakukan apapun.” terang Scholes.

“Saya penggemar berat Martial, tapi saya sering melihat dia hanya berjalan. Dia harus menyadari itu sebagai penyerang tengah. Sesekali Anda harus bergerak jika ingin mencetak gol.”

“Anda tidak bisa hanya berjalan di depan dua bek tengah tanpa berbuat apa-apa.” tandasnya.

Related posts