Ini Alasan yang Buat Julian Nagelsmann Belum Ingin Melatih Real Madrid

  • Whatsapp
Ini Alasan yang Buat Julian Nagelsmann Belum Ingin Melatih Real Madrid

FUNSPORT.ID – Pelatih asal Jerman, Julian Nagelsmann mengungkapkan alasannya menolak melatih Real Madrid. Seperti yang diketahui, pelatih RB Leipzig itu mendapat tawaran untuk melatih El Real pada tahun 2018 lalu.

Setelah membantu Hoffenhem bertahan di papan tengah Bundesliga selama beberapa tahun, nama Nagelsmann mulai diperhitungkan sebagai seorang pelatih.

Read More

Kinerjanya musim ini juga layak mendapat apresiasi dengan menempatkan Leipzig di peringkat ketiga klasemen sementara.

Tim asuhan Nagelsmann menjadi satu-satunya tim yang menelan kekalahan paling sedikit di Bundesliga, yakni hanya tiga kekalahan. Mereka juga hanya terpaut satu poin dari Bayern Munchen yang berada di puncak klasemen.

Alasan Nagelsmann

Alasan Nagelsmann

“Normal jika Real Madrid menghubungi Anda, Anda mempertimbangkannya. Pada awalnya saya terkejut, saya memikirkannya dan saya merasa tidak nyaman dengan memutuskan pergi kesana. Saya ingin berkembang dan jika pergi ke Real Madrid, maka tidak ada waktu untuk berkembang sebagai pelatih.” ungkap Nagelsmann.

“Anda tidak memiliki kesempatan menjadi manajer yang lebih baik. (Karena) Anda sudah harus menjadi yang terbaik. Saat ini saya bukanlah yang terbaik, tapi saya mengakui bahwa saya ingin menjadi salah satu yang terbaik di masa depan.”

Selain itu, Nagelsmann juga mengatakan bahwa perbedaan bahasa menjadi salah satu kendalanya.

“Tidak mudah dalam sepak bola untuk merencanakan karier. Itu tidak bisa diprediksi, tapi Anda harus mencobanya. Hal yang paling penting adalah membuat langkah yang tepat, bukan yang terbesar. Real Madrid mungkin salah satu langkah tertinggi yang bisa Anda ambil, jadi (saat itu) usia 31 tahun, pergi ke real dan ke mana Anda pergi lagi setelah dari sana?”

“Hal lainnya adalah bahasa yang sangat penting untuk saya. Saya suka berkomunikasi, saya sangat ekspresif kepada para pemain saya. Saya belum bisa berbahasa Spanyol, saya hanya bisa mengatakan ‘hola, que ta?’. Jadi itu adalah langkah terbesar, tapi bukan yang tepat.” tukas pelatih berusia 32 tahun tersebut.

Related posts