Bukan Adrian, Van Dijk yang Buat Liverpool Kebobolan Tujuh Gol

  • Whatsapp
Bukan Adrian, Van Dijk yang Buat Liverpool Kebobolan Tujuh Gol

FUNSPORT.ID – Mantan striker Liverpool, Stan Collymore menyebut pertahanan Liverpool sangat mengecewakan saat menghadapi Aston Villa. Dia menilai Virgil van Dijk tidak punya tanggung jawab yang dibutuhkan untuk menjaga lini pertahanan Liverpool.

Liverpool yang berstatus sebagai juara Premier League 2019/20 harus menanggung malu setelah dibantai Aston Villa 7-2 pada hari Senin (05/10) yang berlangsung di Villa Park. Performa yang ditunjukkan anak asuh Jurgen Klopp tidak seperti biasanya, mereka bermain tanpa mentalitas layaknya tim juara.

Read More

Di laga ini, Adrian menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kritikan. Sebagai seorang kiper, Adrian disebut bermain terlalu di bawah standar. Itu membuat Villa membobol gawang Liverpool dengan mudah.

Kekalahan Liverpool itu membuat mereka tidak jauh lebih baik dari Manchester United yang dihajar 1-6 oleh Tottenham Hotspur.

“Jika kami membutuhkan bukti bahwa seni bertahan sudah mati, maka Liverpool dan Manchester United akan menjelaskannya pada hari Minggu kemarin.” kata Collymore.

“Khususnya Liverpool, mengingat status mereka sebagai juara bertahan Liga Inggris, Eropa dan Dunia.”

“Dan yang paling mengkhawatirkan saya soal kinerja mereka adalah kenyataan bahwa Aston Villa bahkan tidak harus melanggar keinginan mereka untuk mencetak tujuh gol melewati mereka (bek Liverpool). Mereka (Villa) hanya melangkah maju dan Ollie Watkins dkk bisa melewati lini pertahanan begitu saja.” paparnya.

Lebih lanjut, Collymore menyebut Van Dijk tidak memiliki tanggung jawab. Menurutnya, bek timnas Belanda itu tidak seperti Alan Hansen, Mark Lawrenson, Gary Pallister dan Steve Bruce yang punya tanggung jawab besar dalam menjaga lini pertahanan secara menyeluruh.

“Saya tidak mengatakan Van Dijk apa pun selain dia memang pemain kelas A, kelas dunia, karena kita semua tahu siapa dirinya. Tetapi yang mengganggu saya adalah betapa kecilnya tanggung jawabnya atau orang lain dengan jersey Liverpool dan United pegang.”

“Hansen dan Lawrenson atau Pallister dan Bruce akan segera mengetahui bahwa sebuah tim sedang mengejar mereka dan akan mengambil tanggung jawab. Bertahan selama lima atau enam menit untuk memaksa lawan mencoba mencari cara yang berbeda untuk bisa menerobos lini pertahanan.”

“Tetapi akhir-akhir ini, sepertinya tidak ada yang berubah. Seolah-olah pemain dan manajer menunggu sampai paruh waktu untuk orang lain menyelesaikan masalah atau akhir permainan untuk melakukan pemeriksaan. Bahkan para manajer sepertinya ingin terus melakukan hal yang sama meski itu tidak berhasil. Karena, itulah cara kami bermain.” tegas Collymore.