Aguero Penyerang Mematikan, tapi Malas di Kotak Penalti

  • Whatsapp
Aguero Penyerang Mematikan, tapi Malas di Kotak Penalti

FUNSPORT.ID – Mantan pelatih Atletico Madrid, Javier Aguirre menyebut Sergio Aguero adalah seorang striker pembunuh, namun dia terlalu malas dan bermain pasif di kotak penalti.

Aguero pernah memperkuat Atletico selama lima tahun. Dia didatangkan Manchster City pada tahun 2011 dengan biaya transfer 45 juta euro.

Read More

Aguero terus menjadi andalan City selama hampir sembilan musim ini. Saat ini dia sudah mencatatkan 254 gol dari 368 pertandingan bersama The Citizens.

Kualitas Aguero sudah diakui sebagai salah satu penyerang top di dunia. Tetapi dia dinilai memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah terlalu malas bergerak saat di kotak penalti.

Saat Debut di Atletico

Saat Debut di Atletico

Aguirre adalah pelatih yang memboyong Aguero ke Atletico. Keduanya pernah terlibat kerjasama selama empat tahun.

“Itu 14 tahun yang lalu, dia masih anak kecil berusia 17 tahun, sendirian di kota besar. Di Eropa, semuanya berbeda untuknya.” ungkap Aguirre.

“Dia adalah orang yang sangat cerdas, di lapangan. Tetapi dia pendek dan klub membayar 20 juta euro untuknya. Saya berkata kepada klub ‘Anda benar-benar membayar banyak untuk orang ini, karena dia tidak tahu di mana dia sekarang, Dia tidak tahu apa-apa mengenai La Liga, (Real) Madrid, tidak tahu apapun’.”

Aguirre menyadari kelemahan Aguero yang malas merebut bola. Tapi saat itu, dia banyak membantu dan memberikan arahan kepada penyerang timnas Argentina itu tentang apa yang harus dilakukan saat tidak menggiring bola.

“Bersama Sergio, dengan bola, dia adalah yang terbaik di tim. Tetapi tanpa bola, dia menonton pertandingan seperti penggemar.”

“Kami mengatakan kepadanya bahwa dia harus membantu kami tanpa bola. Ketika tim lain memiliki bola, Anda harus berlari merebutnya. Kami menyuruhnya bergerak dan menemukan ruang, bukan menunggu bola karena dia membutuhkan bola ke kakinya. Lalu dia melakukan semuanya dengan berbeda.”

“Kami tidak harus mengajari dirinya cara bermain, itu bukan kata yang tepat. Tetapi tanpa bola, kami banyak memoles Sergio.”

“Pada minggu pertama, pria itu terlihat berbeda. Saat satu lawan satu, dia adalah penyerang mematikan di dalam kotak penalti. Dia adalah pemain yang sangat top.” pujinya.

Related posts